• Jam Buka Toko: Jam 09.00 s/d 17.00 WIB. Sabtu, Minggu & Libur Tutup
  • Status Order
  • Tlp: +6281330722808
  • SMS/WA: +6281330722808
  • Line : @azn3525r
  • BBM : citramar
  • admin@citramart.com
Terpopuler:

Ini Sebab Vaksin Rubella Belum Bersertifikat Halal

15 Oktober 2017 - Kategori Blog


FAJAR.CO.ID — Vaksin jenis Measles Rubella (MR) belum mendapatkan fatwa halal dari Majelis Ulama Islam (MUI). Ini ditegaskan oleh Ketua Komisi Fatwa MUI, Hasanuddin.


“Kalau ada yang bilang vaksi MR halal, Itu kebohongan,” kata dia di kantornya, belum lama ini, seperti dilansir Sumatera Ekspress (FAJAR Group).

Baca Juga: Mengenal Tentang Vitamin


Hasanuddin menyebut, vaksinasi dan vaksin adalah dua hal yang berbeda.


Selama ini, MUI menyatakan, vaksinasi wajib menggunakan vaksin yang halal.


Hasan menyebut, hingga saat ini MUI belum bisa menyatakan alasan vaksin MR tidak halal. “Belum ada pengajuan dari Biofarma, kami juga belum pernah diminta untuk memeriksa (kehalalan vaksin, Red),” katanya.


Menurut Hasan, Biofarma sudah melakukan pengajuan sejak beberapa tahun lalu, namun prosesnya tidak kunjung selesai. Sehingga sertifikat halal untuk vaksinasi ini belum bisa diterbitkan. “Makanya kalau ada isu di masyarakat vaksin ini halal, itu bohong,” ungkapnya.


Menurut Hasan, pemerintah harus segera mengambil sikap dalam hal ini. Secara aturan dalam UU produk halal diamanatkan bahwa setiap produk obat-obatan termasuk vaksin harus terbuat dari bahan-bahan yang halal seperti halnya vaksin bagi flu dan meningitis.


Pada dasarnya, lanjut Hasan, hukum vaksinasi adalah boleh bahkan bisa berubah menjadi wajib jika tanpa vaksin akan menimbulkan sakit berat bahkan kematian. Penggunaan vaksin yang berbahan haram pun diperbolehkan dalam kondisi darurat tidak ada vaksin lain yang bisa digunakan. “Contohnya vaksin meningitis untuk jemaah haji dulunya pakai yang haram, tapi setelah ditemukan vaksin yang halal maka yang haram dilarang,” kata hasan.


Bahkan, kondisi daruratnya pun harus melalui keputusan dari MUI dan dikonsultasikan pada Kemenkes. Jika dilaporkan tidak ada lagi yang halal yang dapat digunakan, yang haram sudah boleh digunakan.


“Yang saya sesalkan adanya ancaman-ancaman, sebagai muslim berhak untuk tidak memasukkan sesuatu yang haram ke tubuh ana-anak mereka,” pungkas Hasanuddin. (tau/vin/ce4/JPG/nin)

 

Dikutip :

Fajar.co.id: Ini sebab vaksin belum bersertifikat

, , , , , ,