• Jam Buka Toko: Jam 09.00 s/d 17.00 WIB. Sabtu, Minggu & Libur Tutup
  • Status Order
  • Tlp: +6281330722808
  • SMS/WA: +6281330722808
  • Line : @azn3525r
  • BBM : citramar
  • admin@citramart.com
Terpopuler:

Mengenal Tentang Vitamin

06 September 2017 - Kategori Blog
  • Zat organik yg diperlukan tbh dlm jumlah kecil utk berbagai reaksi metab & pertahankan kesehatan
  • Sumber vit terbaik : makanan berkualitas
  • Terbagi 2 gol :
    1. Vit larut lemak
  • Vit A, D, E, K
  • Tersimpan dlm tbh jumlah banyak à tox lbh besar dp vit lrt air
    1. Vit larut air
  • Vit B komp, C
  • Tersimpan dlm tbh juml terbatas & sisanya dibuang à lbh sering dikonsumsi
  • Intake vitamin
    1. Berlebihan
      • Penggunaan juml besar (utk pencegahan, terapi peny yg tdk jls)
      • Penggunaan rutin : vit dpt tambah energi & orang lbh sehat
      • Dijual bebas tanpa resep dokter à multivitamin
    2. Kurang
      • Intake mkn tdk mencukupi

Anoreksia, diet rendah kalori,diet khusus (px DM), sosio-ekonomi rndh

  • Gangguan absorpsi vit

Peny hati & sal empedu, diare kronik, ganguan GIT lain,penggunaan AB jk lama

  • Keb tbh meningkat

Masa tumbuh, hamil, laktasi, kerja fisik dan pikiran yg brt, stres, hipertiroid, demam

 

  • VITAMIN LARUT AIR
  • Vit B comp

Vit B1 (thiamine), Vit B2 (riboflavin), as nikotinat (niasin), vit B6 (piridoksin), as pantotenat, biotin kolin, as folat,  vit B 12 (sianokobalamin)

  1. Vit B1 (thiamine)
    1. Farmakodinamik
  • Dosis kecil (tefisiensirapi) : efek farmakodinamik kcl
  • Pemberian i.v : vasodil ringan, TD turun sementara
  • Metab kbh
    1. Defisiensi
  • Pey beri-beri à pd SSP & kardiovask
  • Gejala : neuritis perifer (rasa brt & lmh pd tungkai, hiperestesia, anaestesi, rasa nyeri dan terbakar)
  • Pd SSP : depresi, kelelahan, turun daya ingat
  • Pd sistem kardiovask : insuff jtg (sesak nps, palpitasi, kardiomegali dll)
  • Pd sal cerna : konstipasi, nafsu makan trn
  • Kebutuhan : 1,0 mg/hari (adult), 1,2 mg/hari (hamil)
    1. Farmakokinetik
  • Absorpsi cepat dan sempurna (parenteral)
  • Absorpsi p.o dlm usus hls dan duodenum
  • Sediaan : tab 5-500 mg
  • Dosis : preventif : 2-5 mg/hari; terapi : 25-100 mg/hari
    1. Indikasi
  • Def thiamine à pencegahan (gangg absorpsi pd diare kro-nik,hipertiroid)
  • Terapi : neuritis alkoholik, hamil, emesis gravidarum, neuritis ok anemia & infeksi

 

  1. Vit B2 (Riboflavin)
    1. Farmakodinamik
  • Tdk jelas (p.o, parenteral)
  • Defisiensi : Gejala faringitis, stomatitis, dermatitis seboroik di muka,anggota gerak & sel bdn, pd mata tjd lakrimasi, fotofobia, gatal, panaseh
  • Kebut sehari : dws : 1,4 mg / hari, 1,7 mg/hari (hamil, dws muda)
    1. Farmakokinetik
  • Absorpsi baik (p.o,parenteral), distribusi luas ke sel jar
  • Ekskresi : urin (btk utuh)
    1. Indikasi
  • Penc & terapi def Vit B2 yg nyertai pelagra
  • Dosis : 5-10 mg/hari

 

  1. As nikotinat
    1. Farmakodinamik
  • Btk amida : niasinamid
  • Dlm badan diubah mnjd btk aktif NAD ( nikotinamid adenin dinukleotid à koenzim utk protein jar
  • Vasodilator yg bekerja pd muka dan leher
  • Dosis besar : penurun kolesterol, as lemak bebas
  • ESO : gangg fgs hati (dosis besar)
    1. Defisiensi
  • Pellagra (kelainan pd kulit, sal cerna dan SSP)
  • Pd kulit alami erupsi eritematosus, bengkak dan merah dll
  • Pd SSP brp skt kpl, insomnia, halusinasi dan demensia
    1. Kebutuhan : Dws : 13 mg/hari
    2. Farmakokinetik
  • Mudah diabsorpsi o/ sal cerna dan distribusi luas ke sel tbh
  • Ekskresi : urin
    1. Sediaan
  • Tab 25-500 mg
  • Pellagra akut : 50 mg 10 x, 25 mg 2-3 x parenteral

 

  1. Vitamin B6 (piridoksin)
  2. Sumber : ragi, biji-bijian, hati
  3. Farmakodinamik
    • Pemberian p.o,parenteral à efek farmakodinamik tdk nyata
    • Dosis 3-4 g/kgBB à kejang & kematian (hwn coba)
    • Koenzim dlm metab as amino
    • Defisiensi
      • dermatitis seboroik dan radang selaput lendir mulut & ldh
      • kelainan SSP (stimulasi ad kejang)
      • gangg sist eripoetik (anemia hipokrom mikrositer)
  1. Kebutuhan : 1,5 mg/100 protein
  2. Farmakokinetik
  • Mudah diabsorpsi via sal cerna
  • Metabolit : 4-asam piridoksat
  • Ekskresi : urin btk 4-as piridoksat dan piridoksal
  1. Sediaan : Tab piridoksin HCl 10-100 mg, injeksi 100 mg/ml
  2. Indikasi
  • Def vit B6, kombinasi utk cgh def vit b comp
  • Cegah neuritis perifer akibat INH or hidralazine
  • Digunakan bersama kontrasepsi oral yg mengand estrogen utk cgh def vit B6

 

  1. As pantotenat
    1. Zat esensial utk pertumb ragi
    2. Farmakodinamika
  • Defisiensi : kelelahan, rasa lemah, gangg otot (kejang ekstre-mitas & parestesia)
  • Kebutuhan : 5-10 mg / hari
    1. Farmakokinetik
  • Absorpsi baik dan distribusi luas ( pemberian p.o)
  • Tdk dimetab dlm tbh dan ekskresi btk utuh (70% urin, 30% fae-ses)
    1. Sediaan : tab Ca pantotenat 10/30 mg

 

  • Vit C (as askorbat)

Didapat dr buah (jeruk, tomat dll)

  1. Farmakodinamik
  • Penting dlm pembentukan substansi antar sel dan jar kolagen, pematangan eritrosit, pembentukan tlg & dentin
  • Pd keadaan defisiensi à hlgkan gjl penykt dgn cpt
    1. Defisiensi vit C
  • Scorbut
  • Gjl awal : malaise, artralgia, perdarahan hidung, petekie
  • Gangg terlihat pd jar spt kolagen, tulang sdng tumbuh, osteoforosis, pembengkakan pd ujung tlg panj, perdarahan gusi, fragilitas pemb drh meningkat à perdarahan klt, otot, gusi, tlg
    1. Farmakokinetik

Mdh diabsorpsi via sal cerna, dist luas dlm jar, ekskresi via urine btk utuh dan grm sulfat

  1. Kebutuhan
  • 60 mg/hari (anak, dws)
  • Meiningkat pd peny infeksi, TBC, ulcus peptikum, neoplasma, paska ops / trauma, hipertiroid, hamil, laktas
  • Percepat penyemb luka bakar or trauma dosis 3-5 x dosis lazim
  • Dosis besar utk cgh flu (1-15 g/hari) , Ca sal cerna (3-10 g/hari) tdk didukung data objektif
    1. ESO
  • Dosis > 1 g/hari à diare ok iritasi langssung pd mukosa usus
  • Peningkatan peristaltik; terbentuknya batu ginjal ok vit C dimetab dan diekskresi sebagian sbg oksalat
  • Tingkatkan absorpsi besi
    1. Indikasi dan sediaan
  • Tab 25-1000 mg, injeksi 20-500 mg/ml
  • Pencegahan dan tx skorbut dosis 3 x 100 mg/hari 1 mgg

 

  • VITAMIN LARUT LEMAK
  • Diabsorpsi dg cara kompleks & sjln dg absorpsi lemak
  • Pengaruhi permeabilitas or transport pd berbagai membran sel & bekerja sbg oksidator or reduktor, koenzim / inhibitor enzim
  • Tersimpan t.u di hati dan ekskresi via faeses

 

  1. Vitamin A
    1. u pd mentega , telur, hati, daging, retinol (vit A1), 3-dehidro-retinol (vit A2)
    2. Berasal dr karoten (pigmen tumbuhan), disebut jg provit A à sayuran hijau,kuning, buah (wortel, pepaya, tomat)
    3. Jenis karoten : a,b (teraktif),g
    4. Farmakodinamika
  • Utk regenerasi pigmen retina mata dlm proses adaptasi gelap
  • Utk pertumb tlng, alat reproduksi

 

 

  1. Defisiensi vit A
  • Tjd krn kesanggupan tbh menyimpan vit A terganggu (mis.pd sirosis hati), defisiensi protein utk transport , absorpsi di usus terganggu, asupan vit A kurang
  • Defisiensi tjd pd peny kronik dg gangguan absorpsi lemak spt obstruksi sal empedu, sariawan, fibrosis kistik
  • Gjl dini : buta senja; lbh berat : xeroptalmia
  • Tingkatkan kepekaan jar epitel thd karsinogenis
  • Perub epitel à ISPA meá, batu sal kemih (+), kulit kering, diare (perub epitel usus & duktus pankreatikus)
    1. Hipervitaminosis A
  • Pd anak : 10.000 IU / hari
  • Gjl (anak) : pseudotumor serebri, tinitus, tek intrakranial meá, nyeri tlg, letargi, dermatitis eksfoliativa dll
  • Dws : muntah, perub kulit, amenore, kelemahan
  • Kekeringan kulit & membran mukosa, alopesia, splenomegali
  • Teratogen (+)
    1. Kebutuhan
  • Wanita : 4000 IU/hari, pria : 5000 unit/hari
  • Defisiensi brt : i.m pd dws & anak > 8 thn : 50.000-100.000 IU/hari slm 3 hari diikuti 50.000 IU/hari slm 2 mgg
    1. Farmakokinetika
  • Absorpsi sempurna via sal cerna dan Cp max 4 jam
  • Gangg absorpsi lmk à gangg absorpsi vit A
  • Absorpsi vit A berkurang pd peny hati (hepatitis, sirosis hati, obstruksi biliaris)
  • Vit A disimpan di hati, ginjal, paru, retina, intraperitonial
  • Sukar melalui sawar uri
  • Metabolit diekskresi via urin dan faeses
    1. Indikasi
  • Penc & def vit A
  • Pemberian pd trimester II dan III kehamilan, px obstruksi biliaris, CH, nefritis kronik
  • Buta senja
  • Infeksi kulit, luka or luka bakar ( sediaan topikal); psoriasis
  • Tretinoin, isotretinoin à akne, iktiosis (topikal)
  • Sediaan
  • Oral ( 500-30.000 IU), injeksi ( 500-30.000 IU/ml), topikal (0,05% tretinoin )

 

  1. Vitamin D
    1. Farmakodinamik
  • Pengatur homeostatik Ca plasma à pertahankan kdr Ca & fosfat plasma (mineralisasi tlng dan fgs lain yg bergantung pd Ca
  • Vit D tingkatkan absorpsi Ca dan fosfat via usus hls
  • Mobilisasi Ca tlg dr old bone ke dlm plasma (resorpsi tlng) mi
  • neralisasi tlng baru
    1. Defisiensi vit D
  • Penurunan kadar Ca plasma à sekresi HPT terangsang à resorpsi tlg
  • Kalsifikasi â à deformasi tlng ( kifosis, skoliosis)
  • Osteomalasia
    1. Hipervitaminosis
  • Penggunaan Vit D 50.000 unit terus menerus à hiperkalsemia
  • Gejala : kalsifikasi ektopik pd jar lunak (ginjal, pemb drh, jtg, paru),anoreksia, mual, hiperkolesterolemia.
  • Hiperkalsemia à gangguan fgs ginjal (poliuri,polidipsi,nok-turia)
  • Pd bumil à stenosis aorta kongenital nonfamilial pd fetus baru lahir; menekan paratiroid bayi à hipokalsemia à tetani
  • Pengatasan : stop pemberian vit D, diet randah Ca, pemberian glukokortikoid (absorpsi Ca)
  • Kebutuhan sehari : 400 unit/hari
    1. Farmakokinetik
  • Absorpsi ckp baik
  • Gangg fgs hati, kandung empedu, sal cerna (steatore) à absorpsi terganggu
  • T½ : 19-25 jam
  • Disimpan dlm bntk inert, diaktivasi dg metab via hidroksilasi di ginjal & hati à metabolit (25-hidroksikolekalsiferol/25-HCC) dan 1,25-dihidroksikolekalsiferol (lbh efektif)
  • Ekskresi : empedu & urin (jml kecil)
    1. Sediaan : Bergabung dg vit A, multivitamin, Ca (tab, sirup)
    2. Indikasi
  • Penc & terapi rakhitis, tx. Osteomalasia, hipoparatiroidisme, tetani infantil, arthritis, osteoforosis
  • Profilaksis : peny gangg absorpsi vit D spt diare, steatore, obst biliaris, kehamilan, laktasi, elderly

 

  1. Vitamin E
  2. Tdp pd telur, susu, daging, buah-buahan, kacang-kacangan,-sayuran
  3. Bentuk vit E : a-tokoferol, d – tokoferol,l – tokoferol
  4. Farmakodinamik

Sbg antioksidan à cegah oksidasi sel yg penting or cegah terbenhtuknya hsl oksidasi yg toksik (hsl peroksidasi as lemah tdk jenuh)

  1. Defisiensi vit E
  • k gangg absorpsi (steatore, obst biliaris, peny pankreas)
  • gangg reproduksi, nekrosis myokard, pyh jtg, anemia

 

  1. Hipervitaminosis vit E
  • kelemahan otot, gangg reproduksi dan sal cerna
  • Kebutuhan sehari : 15 IU (dws)
  1. Farmakokinetik
  • Absorpsi baik via sal cerna
  • Terikat dg b-lipoprotein à dist luas ke jar
  • Sukar melalui sawar uri
  • Ekskresi : lambat ke dlm empedu, sisanya via urin (matabolit)
  1. Sediaan
  • Dlm bentuk d, camp d dan l tokoferol, atokoferol asetat, atokoferol suksinat
  • Tab, kapsul 30-1000 IU; inj 100 or 200 IU/ml, multivitamin
  1. Indikasi

Distrofia otot, abortus habiatualis, sterilitas, peny kardiovask à mengecewakan

 

  1. Vitamin K
  2. Vit K1(fitonadion = utk terapi), K2 (disintesis o/ bakt usus), K3 (sintetis)
  3. Tdp pd kloroplast sayuran hijau
  4. Farmakodinamik
    • Tingkatkan biosintesis faktor pembekuan drh spt protrombin, faktor VII (prokonvertin), faktor IX , faktor X à di hati
    • Kebutuhan : sgt sdk
    • Defisiensi

Hipoprotrombinemia dan turunnya faktor pembekuan drh à wkt pembekuan drh memanjang      perdarahan spontan (ekimosis,epistaksis, hematuri, perdrhn sal cerna dll)

  • ESO

Iritatif pd kulit & sal napas, kulit melepuh, anemia hemolitik,hiperbilirubin, ikterus (bayi prematur)

  1. Farmakokinetik
    • Absorpsi mdh stlh pemberian i.m
    • Gangg absorpsi vit K hipoprotrombinemia
    • Metab tdk diketahui; pd empedu dan urin, terkonjugasi dg as glukoronat
    • Pemberian AB à kurangi jml vit K dlm faeses ok vit K hsl sintesis bakteri usus
  2. Sediaan : Tab vit K1 5 mg, inj 10 mg/ml; tab menadion 2;5;10 mg; inj emulsi 2,10,25 mg/ml
  3. Indikasi
    • Perdarahan akibat def vit K (gangg absorpsi, berkurangnya bakteri pensintesis vit K pd usus, pemakaian antikoagulan)
    • Hipoprotrombinemia bayi baru lahir
    • Hipoprotrombinemia pd peny hepatoselular (CH) ok hati tdk dpt membentuk faktor pembekuan drh

, , , , , , , ,